Cari
  • Arif Asatar

Pernah Berpikir Hidup Kita Tidak Seberuntung Orang Lain?

"Seandainya saja aku berada dalam kondisi seperti dia, aku yakin akan juga bisa melakukan hal tersebut. Seandainya saja orangtuaku kaya, aku pasti akan sekolah di sekolah yang bagus, bisa kuliah di luar negeri, punya modal untuk mendirikan perusahaan sendiri."


Kamu pernah tidak berpikir seperti itu? Merasa bahwa dirimu bukanlah makhluk yang beruntung. Putus asa, dan merasa hidupmu akan begitu-begitu saja: hidup pas-pasan, kemampuan juga begitu-begitu saja, pokoknya kata anak Jaksel, "serba b aja".


Aku pun demikian. Setiap kali aku berada pada titik terendah dalam hidup, aku selalu berpikir seandainya dan seandainya. Seandainya aku hidup di perkotaan tentu lingkunganku akan lebih sesuai. Seandainya aku bisa bersekolah di sana, tentu aku akan bisa jauh lebih berkembang, dan sebagainya. Namun, aku tidak di mana-mana. Sesering apa pun aku berpikir demikian, aku harus sadar, bahwa hanya dengan berpikir atau melamun, aku tidak akan beranjak dari titik semula. I must do something!


Tahu tidak, bahwa yang justru menghambat perkembangan itu adalah vibe negative seperti itu. Mau orang sukses atau bukan, sama-sama pernah berpikir demikian. I think all people have ever thought the same. The difference between the successful people and who are not is the way they face the coincidence.


Mau Steve Jobs juga pasti pernah merasakan titik terendah dalam hidupnya. Dia juga pasti pernah menyesali apa yang telah terjadi dan ia punya dalam hidupnya. Tapi, bedanya dia dengan orang biasa adalah tekadnya untuk menerobos keterbatasan-keterbatasan itu.


Aku pun merasa bahwa aku bukan orang yang biasa, yang menyerah karena merasa terbatas oleh situasi dan kondisi. Aku adalah anak yang spesial, anak yang memiliki masa depan baik dan kemampuan untuk mewujudkan itu. I promise myself to always be special for now on.


Aku sering tersadar bahwa sebenarnya aku hanya lupa bersyukur dengan apa yang telah aku miliki dan terjadi di hidupku. Jika aku memanfaatkan apa yang telah aku miliki, sebenarnya tidak ada kata kurang. Semuanya telah tercukupi. Tinggal memaksa diriku sendiri untuk beraksi mewujudkan apa yang aku impikan.


Berpikir serba kekurangan adalah salah satu kendala kuat seseorang mencapai kesuksesan. "Aku tidak akan bisa menjadi seorang film maker karena aku tidak punya kamera. Aku tidak akan bisa menjadi penulis karena aku tidak memiliki laptop. Aku tidak akan pernah bisa menjadi pengusaha karena aku tidak memiliki modal yang cukup. Aku tidak akan bisa menjadi kaya karena pekerjaanku hanya begini-begini saja." Those things matter. Look, you'll never be someone special when those kind of stuffs bothering you. The first thing you must overcome is all of those difficulties. Then, you'll be great at your life.


Aku mengajak kamu yang membaca ini semua, mari kita menciptakan lingkungan yang positif, dan tentu dengan optimisme dan kepercayaan diri yang besar, kita akan memiliki apa yang kita inginkan dan menjadi yang kita inginkan manakala senantiasa bersyukur dan berusaha.


My Guru told me, "saat seorang hamba pandai bersyukur, Allah akan menambah-nambah nikmatnya. Nikmat duniawi itu bisa bermacam-macam: Keluarga yang harmonis, materi yang cukup, ketentraman hati, dan yang lainnya."



0 tampilan

©2019 by ARIF ASATAR. Proudly created with Wix.com