©2019 by ARIF ASATAR. Proudly created with Wix.com

ARIF ASATAR

Welcome to My Blog

It's my personal blog. I would like to share everything about books, life, and my thought(s). Hope you enjoy!

 
 
Cari
  • Arif Asatar

2020 So Far

Diperbarui: Jan 9

“Is it a good sign or contrary?”

Apakah tahun 2020 ini akan menjadi tahun yang lebih baik untuk penduduk bumi? Or contrary with the expectation, it’s gonna be worse? 2020 so far:

- US killing of Qassem Soleimani,

- Floods in Indonesia,

- Ongoing Australian bushfire crisis,

- Conflict in Libya,

- Bomb attack in Burkina Faso,

- Continued protests in India and Hong Kong,

- Knife attack in Paris,

- Interpol warrant for Carlos Ghosn.


Baru tanggal 2 Januari saja sudah ramai dengan hashtag #WWIII karena ulah US yang kirim roket ke negara Iran dan menewaskan jenderal Qassem Soleimani. US bilang, sebelum terjadi WWIII maka sumber masalahnya harus dibantai dulu. “Sebenarnya langkah preventif atau justru memantik perang dunia ya?”


Selain itu, yang sedang trending sekarang ini, kebakaran hutan dan lahan (kahutla) di Australia yang sedari September belum juga padam. Kebakaran terbesar sepanjang sejarah dunia ini setidaknya telah menghabiskan lebih dari 1500 rumah, jutaan satwa, dan merusak lahan seluas negara Belanda dan Belgia. Sampai tulisan ini dibikin, si jago merah masih menuntaskan laparnya.


Beberapa gambar dan video telah beredar bagaimana mengerikannya kahutla tahun ini di Australia. Aku saja sampai meneteskan air mata. Koala, Kangguru dan satwa-satwa lainnya ikut terbakar habis. Sungguh mengenaskan.

Pertanyaannya, siapa yang bertanggung jawab atas semua ini? Ada yang bilang, karena ulah manusia, ada yang bilang ini hanya gejolak alam dan bukan karena campur tangan Tuhan, ada yang bilang semua ini adalah peringatan dari Tuhan karena manusia Sudan jarang beribadah, tidak taat agama, dan gaya hidupnya semakin rusak.


Kalau menurut aku pribadi (no offense), Yang bertanggung jawab atas semua kejadian di muka bumi ini adalah manusia. Kita lalai akan adanya kehidupan akhirat, kita lalai akan perintah Allah tentang memakmurkan bumi-Nya dalam Al-Quran, kita hanya mementingkan diri sendiri, karir, cita-cita, materi, dan kenyamanan diri sendiri tanpa pernah – jangankan bertindak – memikirkan tentang alam saja jarang atau malah tidak pernah.


Allah murka dengan membuat kita terlena. Kalau dipikir-pikir, siapa yang memberi kita nyawa? Yang membuat kita bergerak, bernapas, dan berpikir siapa? Tak lain ya Allah Swt. sendiri, bukan? Bapak Kiai Tanjung (guru sejatiku) pernah berpesan kepadaku, “saat dalam hati manusia tidak ada sama sekali butiran dzikir (mengenai diri Dzatullah, sang pemilik nama Allah), tidak ada keinginan untuk mencari tahu dan mengenal apa dan sebenarnya siapa Tuhan-Nya yang memberinya hidup dan kehidupan, maka Allah akan menyalurkan murkanya melalui nyawa para manusianya sendiri. Hidupnya mereka akan dibikin merusak dan rusak oleh Allah Swt.”


يَعۡلَمُونَ يَعۡلَمُونَ ظَٰهِرٗا مِّنَ ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا وَهُمۡ عَنِ ٱلۡأٓخِرَةِ غَٰفِلُونَ


Mereka hanya mengetahui yang lahir (nampak) dari kehidupan dunia; sedangkan terhadap (kehidupan) akhirat mereka lalai [ar-Rûm/30:7].


Aku adalah orang yang rasional. Aku yakin bahwa segala kondisi alam ini terjadi karena science-thing (bisa dijelaskan secara ilmiah). Aku adalah orang yang menolak prinsip doktrinasi. Yang aku pikirkan, “tentu ada entitas yang lebih besar (maha) ketimbang manusia bahkan semesta. Entitas ini tidak majemuk atau hanya tunggal namun bukan satu dalam arti di bawah dua atau di atas nol. Tunggal dalam makna ahadiyat, maha meliputi segala sesuatu. Tidak mungkin segala sesuatu yang terjadi ini ada secara tidak sengaja. Tidak mungkin. Nyatanya, ada hidup dan mati.”


Melalui nyawa yang diberikan oleh Allah kepada manusia, kemudian Allah menggerakkan hati, pikiran, jiwa, dan raga manusia untuk merusak. Alam pun saat ini bergejolak.


ظَهَرَ ٱلۡفَسَادُ فِي ٱلۡبَرِّ وَٱلۡبَحۡرِ بِمَا كَسَبَتۡ أَيۡدِي ٱلنَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعۡضَ ٱلَّذِي عَمِلُواْ لَعَلَّهُمۡ يَرۡجِعُونَ


Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar) [ar-Rûm/30:41].


Sekarang, apa yang seharusnya dilakukan oleh kita sebagai manusia? Segala bencana yang terjadi dan akan terus terjadi sampai manusia tergerak untuk mencari “kebenaran” melalui sosok Imam Mahdi. Sosok yang mampu menjelaskan bagaimana sebenarnya laku hidup ini? Sebenarnya apa dan bagaimana agama dilakukan? Sosok yang mampu dengan tanpa keraguan -- and make a sense – menunjukkan tentang keberadaan Tuhan.


Kenapa? Agak berbeda dengan pandangan kamu ya? Tapi begitulah yang aku pahami dan yakini atas penjelasan dari guru sejatiku, Bapak Kiai Tanjung. Jika kamu ingin bertanya tentang apa yang aku sampaikan di atas, aku tidak akan bisa menjelaskan mengenai apa dan bagaimana sebenarnya tauhid itu dijelaskan dan berdiri sebagai definisi. Namun, aku akan mempertemukan kamu dengan guruku. Tanyakan apapun mengenai Tuhan, masa lalu (sejarah), masa depan, dan bahkan Pancasila. Tertarik?

202 tampilan2 komentar
 
 

CONTACT

Thank you for visiting my blog. I'd love to know you get in touch with me.  Let's be a friend and share!

East Java, Indonesia

Laptop & Coffee